Menyusun Resepsi Pernikahan tanpa Membebani Orang Tua - Kawula Muda | Inspirasi, Cinta dan Gejolak Kawula Muda

Kawula Muda | Inspirasi, Cinta dan Gejolak Kawula Muda: Menyusun Resepsi Pernikahan tanpa Membebani Orang Tua

Menyusun Resepsi Pernikahan tanpa Membebani Orang Tua

Pesta Pernikahan sederhan dan sakral
Pernikahan Pria dan Wanit
Pernikahan adalah satu hal yang penting didalam setiap manusia karena bersifat sekali seumur hidup (Kecuali yang suka kawin-cerai) dan sakral. Oleh karena itu terkadang dalam mempersiapkan pernikahan selalu ingin dibuat dengan acara yang spesial. Selain sebagai proses peresmian dalam melepas masa lanjang, ucapan syukur dan juga memperkenalkan suami atau istri kepada keluarga besar. Karena bersifat sakral yang kedepanya akan ditunjukan kepada anak maupun cucu, pesta pernikahan dirancang sedemikian rupa dengan proses video, dokumentasi dalam bentuk prewedding dan pada saat acara resepsinya.

Hal tersebut diatas merupakan dambaan ideal sepasang calom suami-istri. Pesta pernikahan tersebut tentunya memerlukab biaya yang tidak dapat dikatakan sedikit. Lantas bagaimana cara untuk dapat menyelenggarakan pesta pernikahan tersebut? Sumber dana apakah berasal dari pihak perempuan, laki-laki atau kedua mempelai mendiskusikan secara gabungan? 

Tidak ada masalah dari mana sumber dana yang digunakan, semua kembali kepada keadaan ekonomi keluarga dan kesepakatan kedua belah pihak. Dengan mendiskusikan secara bersama-sama adalah jalan terbaik mengingat semakin melonjaknya harga kebutuhan saat ini. Dengan demikian tidak ada lagi setelah acara pernikahan berunding tentang dana yang telah di keluarkan.

Bagi kalian calon pasangan suami-istri, tolong renungkan hal ini sebelum kalian mengadakan pesta pernikahan. Jangan sampai setelah acara pernikahan kalian menanggung biaya yang kurang (hutang). Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengadakan pesta pernikahan :

1. Tanamkan dalam diri kalian, "Tidak akan menyusahkan Orang Tua"

Pernikahan memang perlu andil dari kedua orang tua baik dari sisi pria dan wanita, sehingga mereka terkadang mengeluarkan dana yang cukup banyak untuk mengadakan pesta pernikahan. Lantas apakah kalian tega melihat kedua orang tua kalian sudah membesarkan kalian dari kecil hingga kalian hampir menikah dan mereka berdua masih mengeluarkan uang yang dapat dikatakan cukup banyak? Tanamkan dalam diri kalian, bahwa kalian dapat mengadakan pesta pernikahan dengan usaha sendiri.

2. Resepsi pernikahan tak perlu mewah.

Jangan memiliki keinginan untuk dapat menikah dengan menyewa gedung resepsi yang mahal jika keadaan orang tua kalian pas-pasan. Hal tersebut hanya akan menambah beban pikiran orang tua. Pernikahan resmi secara agama dan negara merupakan sesuatu yang paling diperhatikan, untuk urusan resepi nomor 2. 

3. Tamu undangan Secukupnya.

Hal yang paling penting lainya adalah menentukan tamu undangan. Undanglah teman dan krabat kalian yang sangat mengenal kalian. Tak perlu mengundang satu RW atau satu kelurahan jika tidak mengenal secara pribadi. Dengan demikian pengeluaran kalian untuk membayar konsumsi makanan akan berkurang lumayan. Tak perlu mendengar orang lain, acara tersebut kalian yang mengadakan.

Menuju masa depan berdua.
Acara Pernikahan Kalian berdua, orang lain selain orang tua tak perlu campur tangan.


4. Foto Prewedding, Sragam Penerima Tamu adalah point nomor sekian.

Foto Prewedding memang perlu, tapi tidak terlalu penting, karena masih ada foto-foto setelah acara pernikahan dan di pelaminan. Jika Budget kalian pas-pasan, lebih baik foto prewedding tidak perlu dilakukan, toh sedikit orang yang melihatnya. Selain itu proses foto prewedding juga memerlukan jasa fotografer, cetak foto dan sewa kostum, hal tersebut akan membengkakkan pengeluaran kalian berdua. Sragam penerima tamu cukup dengan kain kebaya dan Jas. 

5. Kertas Undang tak perlu yang Mahal.

Dalam memilih kertas undang baik bahan dan bentuk, sebaiknya yang sederhana saja yang terpenting adalah maksud dan tujuanya jelas. Kertas undangan hanya akan menjadi sampah bagi tamu undangan kalian jika acara telah selesai dilaksanakan. Oleh karena itu jangan terlalu mematok desain dan jenis undangan pernikahan.

Demikian hal yang dapat dibagiakan untuk kalian yang akan melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu Jenjang Pernikahan. hal yang terpenting adalah restu dari kedua orang tua kalian. Jangan pernah menerima saran dari orang lain ketika saran tersebut tidak sesuai dengan keadaan kalian. Tak perlu malu dan gengssi jika mengadakan resepsi pernikahan secara sederhana. Malu lah jika setelah kalian mengadakan resepsi pernikahan, kalian menanggung banyak hutang apalagi jika hutang tersebut dibebankan kepada kedua orang tua kalian. 

Artikel Terkait : Predikat yang Melekat pada Orang Jawa
Powered by Blogger.